Ay's Blog

Another Side of My Life…

Help!!! Anakku Demam!!!


Sering dengan teriakan seperti di judul postingan kali ini? Saya sering.. Lebih sering lagi liat mommies yang pucet, panik, bingung, galau dan ga bisa tenang karena anaknya lagi demam. “Duh.. kok tinggi ya demamnya..”, “duh.. kok nggak turun-turun sih demamnya..”, “duhh… tadi abis diminumi obat udah turun lho.. kok sekarang demam lagi yah?”, “dok.. tolong dok.. anak saya sakit demam nih… 38 derajat loh, dok…”, dan masih baaanyak lagi kalimat-kalimat senada sering banget terdengar. Well, jaman anak pertama, saya dulu juga sering galau sih kalau anak lagi demam. Anget aja bawaannya kudu langsung cekokin parasetamol. Dalam 24 jam nggak turun, kudu cepet aja bawa ke dokter. Cuman… pengalaman pertama anak kedua saya kena demam, bikin pengetahuan saya berubah dan sudut pandang saya pun berubah…

Kebetulan sekali, Shane, anak kedua saya, anak full ASI sejak lahir. Jadi emang jarang sakit. Pertama kali dia sakit, saat dia berusia 3 bulan, di perjalanan balik ke Surabaya abis liburan seminggu di kampung, mendadak dia demam. Bingung deh semua. Mana hari Minggu, nggak ada dsa praktek kan. Di perjalanan, sempat mampir apotek untuk beli parasetamol dan obat cina. demam sempat turun sebentar, trus naik lagi. Sampai Surabaya, keluarga menyarankan langsung dirujuk ke UGD. Kaburlah ke UGD di RS Adi Husada Undaan sana. Dikasi obat, getting better. Malamnya, demam lagi. Dan Shane ini ternyata juga mewarisi habit saya kalo demam: nggak pake anget, langsung tinggi demamnya. Diantara kepanikan, sambil whatsapp an sama bestfriend, dia mengingatkan saya akan satu buku yang dia hadiahkan untuk saya saat Shane lahir. “Coba deh kamu baca-baca disitu, kali aja dapet pencerahan”. Buku yang dimaksud adalah “Q&A, Smart Parents for Healthy Children” dari Intisari *salah satu recommended book nih*. Penampakannya seperti di bawah ini (ambil dari URL orang, saya lagi di kampung pas menulis postingan ini, lagi nggak available buat motret buku saya sendiri). Dari buku inilah pengetahuan saya tentang demam jadi berubah…

Di buku ini dijelaskan, sebetulnya dalam istilah kedokteran, nggak ada yang namanya SAKIT DEMAM. Demam itu BUKAN suatu penyakit, melainkan reaksi tubuh terhadap benda asing (bakteri, virus, kuman, penyakit) yang masuk. Bahasa gampangnya, tubuh menyadari ada sesuatu yang asing yang masuk, jadi tubuh melakukan perlawanan untuk menghancurkan sesuatu yang asing itu tadi. Saat itulah suhu tubuh meningkat, jadilah yang namanya demam. Jadi, saat anak demam, sebetulnya orang tua nggak perlu kuatir, karena saat itu tubuh anak lagi berperang melawan kuman penyakit.

Yang perlu dilakukan adalah membuat agar anak tetap merasa nyaman dengan kondisinya yang pastinya sedang sangat tidak nyaman. Biasanya sih, saya tetap nyalakan AC dengan suhu yang asal sejuk, cuma biar anak nggak kepanasan aja. Selain itu, anak saya kompres sekujur badan dengan handuk hangat. Dulu saya suka kompres badan anak pakai alkohol 70%, tapi dokter bilang aromanya menusuk, bikin anak nggak nyaman juga. Jadi ya sudahlah, air hangat plus handuk saja. Jangan sekali-sekali berusaha menutup rapat-rapat anak yang sedang demam dengan harapan dia bakal berkeringat dan demamnya hilang. Ditutup rapat-rapat (pake baju lengan panjang, celana panjang, jaket, selimut, kaos kaki pula) malah akan membuat panas tubuh nggak bisa keluar.

Kalau demam sudah 38 derajat Celcius keatas, parasetamol boleh diberikan. Udah minum obat, stengah jam kemudian, lega karena demam sudah turun. Dua jam kemudian, suhu badan anak naik lagi. Lho kok??! Eitss… jangan panik lagi. Ya iya lah, demam yang tadi turun kan karena anaknya minum parasetamol, sementara aslinya, ‘perang’ di badan menghadapi kuman penyakitnya kan belum selesai. Jadi efek parasetamol habis, ya demamnya terasa lagi. Yang perlu diingat, parasetamol diberikan normalnya selisih 6 jam setiap pemberiannya. Jika diperlukan, bisa diberikan 4 jam sekali, tapi tidak lebih dari 5 dosis dalam 24 jam.

Sahabat sejati saat anak demam

Sahabat sejati saat anak demam

Demam yang patut diwaspadai adalah demam yang tinggi banget (diatas 38.5 derajat Celcius pada umumnya, tapi tergantung daya tahan setiap orang juga. Anak-anak saya masih bisa bertahan di suhu 39 derajat Celcius), yang dikhawatirkan adalah kejang akibat demam tingginya. Konon, katanya bakal memberikan efek negatif ke anak itu sendiri. Saya sendiri nggak pernah googling sih efek negatifnya seperti apa, saya cukup berusaha menjaga demam anak tetap terkontrol dan mencegah kejangnya. Satu lagi, demam diatas 5 hari, wajib hukumnya untuk cek darah. Dokter sih biasanya menyarankan cek darah setelah 3 hari. Tapi seorang dokter langganan keluarga pernah bilang ke ipar (yang juga calon dokter), bahwa cek darah setelah 5 hari demam akan menunjukkan indikator yang lebih tepat tentang sakit seseorang (biasanya sih typhus atau demam berdarah).

Satu lagi, soal pemberian obat. Belakangan saya baru tau setelah seorang teman yang berprofesi sebagai dokter dan seorang teman lagi yang kuliah di bidang farmasi, memberikan informasi tentang obat terutama yang berbentuk sirup. Ternyata, obat yang berbentuk sirup sebaiknya diberikan dalam satu periode anak sakit saja. Jika anak sudah sembuh dan obatnya masih sisa, sebaiknya disimpan di kulkas dan tidak digunakan dalam jangka waktu sebulan, sebaiknya dibuang. Lebih bagus lagi kalau anak sudah sembuh, sisa obatnya langsung dibuang. Obat sirup mudah terkontaminasi dan rusak kena pengaruh suhu dan penyimpanan yang tidak aman. Lha kalau kapan-kapan sakit lagi? Ya beli lagi obat yang baru, yang masih segel dan exp date nya masih lama. Lebih baik buang sisa obat seharga sekian belas / puluh ribu daripada membahayakan anak kan 🙂

Semoga informasi  yang saya tuliskan disini berguna dan bisa sedikit mengurangi kegalauan ibu-ibu yang anaknya sedang demam. Semoga anak-anaknya lekas sembuh juga… 🙂

 

Have a great day! 🙂

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: